“Ngompol Bareng”Trend Isyarat “Bidik” Gerakan Relawan Diky-Denny

Ayo sebarkan berita ini ...
Ini salah satu kegiatan "Ngompol Bareng" Para relawan Diky-Denny, foto dok
Ini salah satu kegiatan “Ngompol Bareng” Para relawan Diky-Denny, foto dok

 

Indo AADC,- Istilah “Ngompol Bareng” atau Ngomong Politik Bareng sepintas seperti ngocol atau candaan namun, kini menjadi trend diklangan para relawan Diky-Denny. Entah siapa yang memulai istilah tersebut namun kini benar-benar menjadi isyarat menguatnya dukungan bagi pasangan besutan Partai Bulan Bintang dan PDIP Kota Tasikmalaya tersebut.

Kegigihan memperjuangkan pasangan berlatar belakang duet artis Diky Chandra dengan politisi Denny Romdony benar-benar terlihat dari geliat dimasing-masing kekuatan basisi dukungan yang terus menggeliat bahkan pertumbuhan relawan nyaris seperti jamur dimusim hujan tanpa dikomando tanpa direncanakan semua tiba-tiba bermunculan menunjukan simpatinya untuk pemimpin baru Kota Tasik.

H. Rahmat pemilik akun facebook Rahmat Thekarkoen pendiri relawan BIDIK tampak terus menyemangati para relawan yang bergabung  dengan jumlah terus bertambah dan merembet dari satu lokasi kelokasi lainnya baik di Kecamatan Indihiang yang menjadi basis pemberangkatan Bidik hingga terus meluas kebeberapa wilayah lainnya.

Istilah “Ngompol” pun bermula muncul dari komunitas relawan ini yang kemudian menular dan diamini sejumlah kelompok relawan lainnya pendukung Diky-Denny.

Topik yang dibahas dalam setiap “Ngompol” komunitas relawan bisa bervariasi mulai berbicara strategi pemenangan pasangan jagoan mereka hingga kehal-hal yang bersipat goyonan diantara para relawan itu sendiri.

“Pokoknya kami Ngopol bareng di relawan Bidik dan relawan lainnya semua asyik-asyik aja walau cuma ngopi-ngopi sederhana” Kata Salah seoarng relawan mengaku bernama Asep seorang pemilih pemula yang menyatakan siap memenangkan Diky-Denny saat ditemui baru-baru ini.

Asep beserta rekan-rekannya juga mengaku terus mensosialisasikan pasangan Diky-Denny kepada rekan-rekan sebaya sebagai pemilih pemula yang mayoritas memang lebih sreg dan mengidolakan Diky Chandra jauh sebelum menyatakan pencalonan.

“Kalau ke Kang Diky semua anak-anak sudah sangat mengenal karena kang Diky kan memang artis terus orangnya juga mudah bergaul tidak membuat kita canggung dan apa adanya tida dibuat buat, pokoknya kami seneng aja,” Ungkapnya.

Para relawan pun kini semakin getol membedah obrolan politik dengan istilah “ngompol” yang mudah renyah dan gampang dipahami karena tidak ngomong yang berat melainkan sangat simple dan sederhana bahwa politik lima tahunan atau Pilkada adalag ajang pembuktian kemandirian masyarakat pemilihnya.***One Fol All

 

Apa Tanggapan Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *