Ini Catatan Baraya Kang Diky Terkait Upaya-upaya Penjegalan

Ayo sebarkan berita ini ...

14611018_10209116295921832_8601357774274278963_n

Info AADC ,- Banyak ragam cara dalam berikhtiar/berusaha untuk memenangkan suatu pertarungan politik. Misalnya dalam pertarungan pilkada/piwalkot. Ada manuver manuver politik dengan cara cara yang Beradab,beretika, elegan dan terhormat adapula cara cara yang nora,kekanak kanakan dan juga mengahalalkan segala cara sehingga melanggar norma norma dan juga aturan prosedur yg berlaku.

Salah satu contoh Seperti yang terjadi tadi pagi Istri calon walikota paslon no 1 Rani Diky Chandra yang dijegal untuk tausiyah disalah satu majlis ta’lim oleh salah satu timses paslon lain. Dan tanpa dikira yg menjegal itu bukan masyarakat awam yg tak mengerti politik. Justru beliau merupakan pejabat publik dan salah satu petinggi partai di Tasikmalaya. Beliau mengancam pengurus majlis ta’lim dengan bahasa yg kasar dan intimidasi.hem sungguh memalukan.

Sebelumnya juga paslon no 1 dijegal untuk menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammmad Disalah satu pesantren di daerah Cikalang tawang oleh timses paslon yg lain. Ustad disana diintimidasi juga oleh timses paslon lain agar tdk jadi mengundang paslon selain paslonnya sendiri. Yang paling lucu adalah dimuatnya berita oleh salah satu timses paslon yang mengaku bahwa daerah tertentu di wilayah mangkubumi sudah sepakat mendukung paslon tersebut. Padahal daerah tersebut jelas adalah basis PBB sejak 15 tahun yang lalu dan warga disana tdk ada yg menghadiri acara paslon tersebut kecuali numpang acara saja di daerah itu di rmh salah satu warga.Hem…miris memang rupanya hawa nafsu sudah melanggar etika dan norma norma sehingga menghalalkan segala cara. Apakah kemenangan pilkada adalah segalanya? Hingga harus melanggar kaidah kaidah agama juga aturan negara.dimana kedewasaan berpolitiknya jika belum apa apa sudah jegal menjegal. tapi itu juga mengissyaratkan bahwa oknum oknum yg menjegal tdk percaya diri dan ketakutan luar biasa akan jagoannya kalah. intinya mereka tdk percaya diri bahwa paslon yg diusungnya bisa terpilih,maka terjadilah jegal menjega.

Biarlah waktu yang menjawab semuanya mana paslon dan timnya yang dewasa dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat atau sebaliknya malah memperlihatkan keserakahan kekuasaan dan kekanak kanakan sehingga membodohkan masyarkatnya. WALLOHUA’LAM BISHOWAB.***dikutif dari laman facebook resmi *Baraya Kang Diky

Apa Tanggapan Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *